Dinas Pupr : Perencanaan Irigasi Pagardewa Dan Gunung Terang Dibangun Sesuai Juknis Dak Kemenpupr

Kegiatan verifikasi data usulan Perencanaan Teknis Pembangunan Irigasi TA. 2019

Sigerpost.com – Tubaba – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memastikan betul bahwa Perencanaan yang telah dibuat oleh Dinas yang dipimpinnya bukan asal asalan.
Menurut Iwan Mursalin Kadis PUPR Tubaba, Pelaksanaan Irigasi sudah sesuai dengan tahapan Juknis Dak yang sangat sistematis dan terverifikasi dengan Kementerian Pupr yang mengucurkan Dana DAK.

“Apa yang kita bangun sudah sesuai peta irigasi yang ada pada kita (PUPR Tubaba) dan jika itu (ada pihak yang mengatakan Irigasi Dinas Pupr asal asalan) salah perencanaan saya pastikan tidak.

Dinas Pupr Tubaba mempunyai Tim Perencanaan Teknis yang Kompeten, Tim kami bekerja secara massiv menyiapkan data usulan, mendesain Detail engenering, melakukan verifikasi secara periodik ke kementerian Pupr sehingga Dokumen perencanaan yang di Teken otoritas Kemenpupr benar benar dokumen perencanaan yang sesuai juknis dan juklak Dak dan Peraturan Menteri PUPR no 30/PRT/M/2015. Kasian Tim Teknis Kami (Dinas Pupr Tubaba) bekerja keras untuk peningkatan kesejahteraan Petani Tubaba dituding asal asalan,’ terang Iwan.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan kesalahan dalam pelaksanaan kontruksi bangunannya, ini akan kita tinjau karena masih dalam pengawasan PUPR dan masih disediakan retensi yang akan kita tegur rekanannya bila terbukti ada kesalahan kontruksi”, sambung Iwan Mursalin.

Lebih lanjut Iwan berkomentar ada informasi yang tidak utuh dijadikan rujukan pihak tertentu mengenai mekanisme air yang tidak mengalir ke petak-petak sawah dari Program peningkatan Jaringan Irigasi Way Bujung Sari Marga yang mengamanatkan Pembangunan Bendung dan Jaringan Utama saja, sedangkan dalam hal pengembangan dan pengelolalaan jaringan tersier merupakan hak dan tanggung jawab petani.

Teknis oleh Mekanisme Perencanaan irigasi tersebut sudah sesuai yang diatur dalam peraturan Mentri PUPR no 30/PRT/M/2015 dipasal 9 ayat 2 huruf A yang mengatakan Hak dan tangung jawab masyarakat Petani dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi meliputi Melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi tersier.

“Dalam peraturan dimaksud masyarakat petani dapat berpartisipasi membangun
jaringan tersier dan kwarter agar air bisa masuk ke petak petak sawah, apabila
bangunan tersier dan kwarter telah dibangun oleh masyarakat petani tetapi dipandang belum makasimal maka masyarakat petani bisa mengusulkan peningkatan saluran dimaksud ke Dinas Pertanian atau ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian PUPR-RI melalui Program Percepatan Peningkatan”, lanjut Iwan.

Daerah Irigasi Bujung Sari Marga
Berkenaan dengan peningkatan Jarigan Irigasi Way Bujung Sari Marga yang saat
ini terjadi keretakan dan longsoran yang menimbun bangunan adalah karena
terjadinya curah hujan yang tinggi seusai musim kemarau. Keretakan yang dimaksud pun bukan pada bangunan utama (Bendung atau Dinding Bendung) dan masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga yang
mengerjakan bangunan tersebut”, tutup Iwan. (Mkm)

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *