KEMENPUPR tengah mengkaji kebijakan sepeda motor bisa masuk tol

Sigerpostcom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji kebijakan sepeda motor agar bisa masuk tol. Hal itu dilakukan untuk memberikan keadilan untuk seluruh elemen masyarakat.

Namun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, tidak merekomendasikan jika sepeda motor bisa melintasi jalan tol, khususnya untuk jarak jauh karena faktor keamanan dan rawan kecelakaan.

“Kalau untuk kepentingan safety, saya kira tidak reccomended untuk (motor masuk tol) jarak panjang,” kata Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/1).

Sementara itu, untuk sepeda motor masuk tol untuk jarak pendek, kebijakan tersebut masih mungkin untuk diberlakukan. Sama seperti di Tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan Tol Bali Mandara.

“Possible manakala khusus jarak pendek seperti di Bali, Suramadu juga tuh. Kita tahu semua bahwa motor itu kan bukan untuk jarak jauh,” beber Budi.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto, menjelaskan bahwa sepeda motor memang mengkhawatirkan jika untuk jarak jauh. Sebab kesehatan pengendara juga akan terpengaruh.

“Jadi nanti perlu betul didalami, bukan dari kelompok pengguna, tapi juga Kemenkes. Satu dua tahun belum terasa, tapi sekian tahun kemudian baru ketemu penyakitnya setelah di-scan kesehatan,” tegasnya.

Dia memastikan ketika sepeda motor diperbolehkan masuk tol, otomatis akan terdapat lajur khusus. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol.(kmprn)

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *