Lanudad Gatot Subroto di Lampung Direncanakan melayani penerbangan sipil

Sigerpost.com – LAPANGAN Udara Angkatan Darat (Lanudad) Gatot Subroto di Lampung rencananya akan melayani penerbangan sipil.

Pembahasan rencana pemanfaatan fasilitas militer itu masih dimatangkan oleh pemerintah daerah setempat dan Kementerian Perhubungan.

Informasi itu mengemuka saat Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa menerima audiensi Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (15/1).

Rencana pemanfaatan lapangan udara milik TNI AD itu sebelumnya disetujui oleh mantan KSAD Jenderal (Purn) Mulyono pada November 2018.

Kala itu Mulyono menegaskan bahwa bandara tersebut bisa saja digunakan untuk kepentingan komersil, namun dengan catatan fungsi utama tetap sebagai bandara Angkatan Darat.

Bahkan, Mulyono juga meminta agar Pemkab Way Kanan dan Pemprov Lampung untuk menjaga dan merawat bandara yang berlokasi di Way Tuba, itu jika sudah mulai digunakan untuk menerima penerbangan komersil.

Merespons argumentasi rombongan audiensi, Andika pun menyatakan keseriusannya untuk menindaklanjuti permohonan tersebut.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD itu juga akan mengundang rombongan pemda setempat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Seminggu dari sekarang, kita kumpul kembali. Tapi dengan melibatkan pemerintah daerah Sumatera Selatan. Sehingga apa yang bisa mereka bantu,minggu depan sudah bisa diucapkan di sini,” ujar Andika melalui keterangan tertulis dari Dinas Penerangan TNI AD.

Andika berharap pada pertemuan berikutnya masing-masing pihak menyiapkan rencana sementara pembukaan bandara Gatot Subroto, termasuk menjelaskan detail infrastruktur, navigasi, personel, dan rencana penggunaan anggarannya.

Muhammad Ridho Ficardo, menambahkan Lanudad Gatot Subroto sangat penting untuk masyarakat Lampung, khususnya mereka yang berdomisili di Kabupaten Way Kanan.

Bandara yang berada di perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung itu mudah dijangkau ketimbang Bandara Radin Inten II dan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II.

“Lanudad Gatot Subroto bisa membuka connectivity di daerah-daerah terpencil tersebut. Khususnya bagi Kabupaten Way Kanan, yang sesuai arahan Presiden dilakukan pengembangan kawasan industri dengan nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah. Kami harap agar Bapak KSAD bisa melakukan percepatan sehingga Lanud satu-satunya yang berada di wilayah yang remote ini agar pertumbuhan daerah bisa berjalan cepat dan pendapatan masyarakat semakin meningkat,” terang Ridho.

Menurut Ridho, keputusan KSAD atas status Lanudad Gatot Subroto melayani penerbangan sipil sangatlah penting.

“Prajurit membantu masyarakat itu sudah biasa. Tapi ini dari sisi kebijakan, yang begitu dibuat bisa menolong begitu banyak rakyat di dua provinsi, sekitar tujuh kabupaten. Dan ini akan menjadi catatan sejarah upaya yang sudah dilakukan sejak tahun 2006 yang lalu,” tandas Ridho.

Senada diutarakan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya. Menurut dia, nantinya ada 7 kabupaten yang menerima manfaat Lanudad Gatot Subroto sebagai penerbangan sipil, diantaranya Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

“Disana juga ada Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan dan OKU Induk. Inilah kabupaten-kabupaten yang nanti akan memanfaatkan Lanudad Gatot Subroto. Di tujuh kabupaten itu jumlah penduduknya kurang lebih 2.876.000 jiwa, dengan potensi perekonomian berupa pertanian, perkebunan, pertambangan, dan wisata,” pungkasnya. (Gol)

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *