Media online Lensa Lampung Fitnah PU Tubaba

IMG_20170719_205508-640x845.jpg

Tulang Bawang Barat, Sigerpostcom.
Ada sebuah Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korupsi (JAK) Koordinator Tulang Bawang Barat menyoroti dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat yang berjumlah miliyaran rupiah untuk proyek infrastruktur pada tahun 2013, 2014 dan tahun 2015 lalu namun media online itu tidak tahu jika progres pembangunan di Kabupaten Tubaba terpesat di provinsi Lampung mengalahkan kabupaten Tuba sebagai Kabupaten Induk.
Dalam laman Lensa Lampung sangat memuji program Bupati Kab Tuba, padahal faktanya pembangunan di Kab Tubaba jauh lebih pesat dibanding kabupaten induk itu. Mengapa pemberitaan lensa lampung begitu Tendensius?

Lensa lampung mengkritisi kualitas Infrastruktur di Tubaba yang mereka duga sarat penyimpangan juga Disinyalir, adanya permainan para oknum penyedia jasa dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Lensa Lampung online ini tidak mengerti substansi 5H+I sebagai jurnalistik sehingga berpotensi menyebarkan Fitnah yang keji bagi Kabupaten yang sedang melakukan pembangunan secara besar besaran dan merata untuk kesejahteraan rakyat itu.

Wartawan Sigerpostcom menduga ada kejanggalan dan syarat akan kepentingan Transaksional dari pemberitaan yang dilakukan oleh media Lensa Lampung itu. Pasalnya,pemberitaan itu tendensius dan terkesan menghakimi suatu peristiwa yang bukan otoritasnya.

“Proyek Dinas PU Tuba Barat dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan secara signifikan baik kuantitas maupun kualitatif.
Hampir seluruh warga Kab Tubaba puas akan keberhasilan dari pembangunan di Kab Tubaba.
Walaupun memang ada proyek yang rusak tetapi proyek itu masih dalam masa pemeliharaan,disamping itu struktur tanah di Tubaba cendrung labil maka jika diguyur hujan deras dan dilewati muatan berlebih maka Lapen ataupun Hotmix akan retak dan tabur.
Meskinya, LSM Jak itu ikut mengawasi kelebihan muatan itu bukan malah mencari kambing hitam untuk bargaining transaksional, imbuhnya.

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *