Menteri KemenPUPR : Pembangunan Ibukota Baru Menggunakan Sistem design and build

IMG_20190827_010326-1.jpg

Sigerpost.com – Pada hari ini Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan lokasi Ibu Kota baru Indonesia seluas 180 ribu hektare di dua kabupaten yaitu Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

“Prasarana dasar seperti jalan, air termasuk bendungan untuk melayani Ibu Kota negara kemudian pertengahan 2020 sudah masuk ke design and build‘. Kita mulai seperti halnya saat kita renovasi Gelora Bung Karno, tidak dengan cara common yaitu desain dulu baru tender tapi design and build jadi kontraktor dan konsultan jadi satu, kita kasih kriterianya seperti apa tapi cepat,” jelas Basuki.

Selanjutnya pelaksana dasar jalan, air, drainase dan sebagainya dimulai pada pertengahan 2020.

“Itu yang disampaikan bapak presiden anggaran sekitar 19 persen, tidak semuanya 19 persen dari APBN tapi untuk prasarana dasar,” ungkap Basuki.

Selanjutnya bangunan-bangunan pemerintahan juga membutuhkan desain kultural yang harus dibuat secara berhati-hati.

Presiden Jokowi dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa total kebutuhan untuk Ibu Kota baru adalah sekitar Rp 466 triliun.

“Ke depan akan hati-hati tapi kita programkan juga mulai design and build jadi kita lakukan pekerjaannya. Konstruksi diperkirakan 3-4 tahun untuk menyelesaikan jalan, waduk, sanitasi dan gedung-gedung sehingga target 2023-2024 bisa ada pergerakan ke sana dengan jadwal ini mudah-mudahan bisa kita tangani,” tambah Basuki.

Dari jumlah itu, 19 persen akan berasal dari APBN yang terutama berasal skema kerja sama pengelolaan aset di Ibu Kota baru dan di DKI Jakarta. Sisanya akan berasal dari Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi langsung swasta dan BUMN.

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *